Blog number one in desa

Niki Salah Sawijining BLOG kang Di nduweni cah ndeso,sing bocahe wonten sekolah teng" MA.BUSTANUL ULUM"

Kamis, 03 Februari 2011

Ketoprak MP3 “Saridin Andum Waris”


Ketoprak Bangun Budaya “Serial Syeh Jangkung -
Saridin Andum Waris”
Dikisahkan, Saridin adalah seorang yang hidup serbakurang secara ekonomi. Ia harus menghidupi istrinya dan anaknya.
Saridin tak punya tempat mengadu, kecuali kepada saudara satu-satunya, Nyi Branjung. Namun suami Nyi Branjung teramat kikir.
Saridin ingat, almarhum kedua orang tuanya mewariskan beberapa pohon durian. Kebetulan pohon itu sedang berbuah. Karena itu, kepada sang kakak dan iparnya, dia menyatakan minta bagian. Ki Branjung tak menolak, namun dengan ketentuan, jika jatuh pada siang hari, durian menjadi miliknya. Sebaliknya jika jatuh pada malam hari, buah itu menjadi hak Saridin.
Terang saja, durian lebih sering jatuh pada malam hari. Namun Ki Branjung tak kurang akal. Dengan dibalut pakaian layaknya macan, dia menakut-nakuti Saridin.
Saridin tak tinggal diam. Sebuah bambu runcing ia hujamkan ke tubuh “harimau” itu hingga “binatang” itu tewas.
Tentu saja orang-orang dan aparat desa segera meringkus laki-laki itu dengan satu tuduhan: Saridin membunuh kakak iparnya. Itu pula tuduhan yang diberikan oleh pengadilan Kadipaten Pati yang dipimpin Adipati Jayakusuma. Namun Saridin menampiknya. “Menapa kula sampun edan kok mateni kakang kula piyambak. Ingkang kula pejahi menika macan (Apakah saya sudah gila kok sampai hati membunuh kakak saya. Yang saya bunuh ini harimau),” katanya.
Saridin juga menolak ketika akan dipenjara. “Kula boten lepat kok diukum (Saya tidak salah kok dihukum),” katanya.
Sang Adipati tak kurang akal. Dia berkata, Saridin tidak dihukum, tapi diberi ganjaran. Saridin disuruh tinggal di sebuah rumah gedhong, dijaga oleh beberapa prajurit, dan bila waktunya makan sudah ada yang mengantarkan makanan. Begitu pula jika hendak mandi.
Menawi kula kangen anak-bojo, menapa pareng mantuk? (Jika saya kangen ana-istri, apakah boleh pulang?)” tanya Saridin.
Kena, waton bisa (Boleh, asalkan bisa),” titah sang Adipati.
Kata-kata Adipati rupanya menjadi pegangan Saridin. Dia menjenguk anak-istrinya tanpa diketahui penjaga penjara.
Tentu saja hal itu membuat penguasa Kadipaten Pati murka. Dia memutuskan hukuman gantung buat Saridin. “Menapa kula kepareng tumut narik talinipun, Kanjeng Adipati? (Apakah saya boleh membantu menarik talinya, Kanjeng Adipati?)” tanya Saridin.
Lagi-lagi sang Adipati berujar, “Kena, waton bisa (Boleh, asalkan bisa).”
Lagi-lagi pula Saridin membuat pangeram-eram. Dia membantu para prajurit menarik tali gantungan yang mengikat lehernya. Sang Adipati kian murka dan memerintahkan melemparkan segala senjata ke tubuh Saridin. Lelaki asal Desa Miyono itu pun lari, hingga sampai di Paguron Panti Kudus.
Link Undhuh MP3 Ketoprak Bangun Budaya “Saridin Andum Waris

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar