Blog number one in desa

Niki Salah Sawijining BLOG kang Di nduweni cah ndeso,sing bocahe wonten sekolah teng" MA.BUSTANUL ULUM"

Senin, 29 November 2010

Artikel Islami

09 Oktober 2010

Indahnya Wanita Dalam Al-Qur'an

Keberadaan perempuan hingga kini menyisakan beraneka tatapan. Keterpurukan perempuan dalam belitan kekekaran laki-laki seolah telah “menyungsum” lewat “mata elang” budaya, tradisi dan tafsir keagamaan. Tapi, Al-Quran justru mengangkat derajat perempuan lewat tatapan alamiah, bukan jasmaniah.

Menakjubkan memang bila memperhatikan sosok makhluk Tuhan yang bernama perempuan. Ada kesyahduan, pesona, kegairahan dan tak sadar juga melahirkan “baku hantam” untuk sekedar menafsirkan. Keberadaan perempuan disepanjang kesejarahan manusia, nyatanya telah menorehkan berbagai “perwujudan” yang kerap timpang. Perempuan seringkali ditahbiskan sebagai “makhluk kelas dua” setelah laki-laki. Perempuan dikerangkeng dalam bai maskulinitas, dikangkangi dan diperah semata demi kemaharajaan kaum laki-laki. Begitulah sengkarut tafsir terhadap perempuan, saling silang dalam peneguhan eksistensinya yang berujung penepian.

Al Quran sebagai kitab wahyu sesungguhnya sangat peduli terhadap kedudukan perempaun. Mau tahu? Ya, yang begitu menakjubkan dari Al Quran adalah tidak adanya penggambaran perempuan secara fisikal. Tidak ada satu ayatpun yang melukiskan “keindahan” perempuan secara jasmaniah. Perempuan cantik tidak menjadi tokoh dalam pewartaan Al Quran. Bila menggambarkan hubungan jasmaniah dalam kaitannya dengan praktis syariat antara perempaun dan laki-laki, Al Quran menggunakan kata-kata halus seperti “bersentuh dengan perempuan” (4:43), “bercampur dengan perempaun” (2:187) atau “datangilah ladang kamu sekehendak hatimu” (2:233).

Kata al-nisa disebut dalam Al Quran sebanyak 57 kali, lebih dua kali dari kata al-rijal. Penyebutan ini paling sering dalam hubungannya dengan ketentuan hukum-hukum pernikahan, hukum waris, hukum yang menyangkut hubungan suami istri, hak perempuan untuk memperoleh hasil kerjanya, hukum ibadah, etika berbusana, etika pergaulan diantara perempuan dan antara laki-laki dan perempuan.

Al Quran sering menambahkan kata ganti genetif pada al-nisa’, seperti nisa-akum, nisa-ana, nisa-ahum, nisa-ahunna. Ini untuk menegaskan perempuan sebagai anggota komunitas yang lebih luas. Perempaun, misalnya diikutsertakan dalam proses pembuktian kebenaran (mubahalah), dilibatkan dalam proses hukum ketika praduga pelanggaran moral dan sering tersabit ketika terjadi proses penindasan masyarakat.

Apabila ta’ ta’nits (untuk menunjukkan jenis perempuan) ditambahkan pada isim fa’il (kata benda pelaku), antara kata laki-laki ( al-dzakar) dan kata perempuan (al-untsa) disebutkan bersama-sama, ini sesungguhnya Al Quran hendak menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan perlakuan terhadap tindakan laki-laki dan perempuan.

Al Quran secara khusus membicarakan jenis-jenis perempuan berdasarkan amalnya. Kadangkala, Al Quran menunjukkan nama secara jelas, jika perempuan yang dilukiskannya adalah perempuan ideal. Untuk melukiskan perempuan yng “buruk”, Al Quran tidak pernah menyebut nama secara langsung.

Maryam disebut dengan gamblang beberapa kali. Sebuah surah bahkan memakai nama Maryam. Maryam adalah tipe perempuan yang saleh, ibu dari Nabi Isa (3:45). Maryam menjaga kesucian dirinya, mengisi waktunya dengan pengabdian yang tulus kepada Tuhan. Akhirnya, ia memikul amanah untuk mengasuh dan membesarkan kekasih Tuhan, Isa putera Maryam (19:16-34). Maryam jelas dilukiskan sebagai wanita saleh yang sukses menjaga kesuciannya, dan bukan lantaran kecantikannya.

Al Quran kemudian menyebut tipe perempuan pejuang. Ia hidup dibawah suami yang melambangkan kezaliman. Ia memberontak kepadanya. Ia melawannya dan ia mempertahankan keyakinannya apapun resiko yang bakal diterimanya. Semuanya ia lakukan, karena memilih rumah di surga yang diperoleh dengan perjuangan menegakkan kebenaran, ketimbang istana di dunia yang dapat dinikmatinya, bila ia mau bekerjasama dengan kezaliman. Al Quran tidak menyebut namanya. Hadist-hadist menyebutkannya sebagai Asiyah binti Mazahim.

Sebagai lawan dari “perempuan Fir’aun” adalah “perempuan Abu Lahab”. Ia bekerjasama dengan suaminya untuk menentang kebenaran, menyebarkan fitnah keji dan melakukan tindakan zalim. Ia dilukiskan oleh Al Quran sebagai pemikul kayu bakar untuk menyalakan api penindasan. Inilah tipe perempuan sebagai pendamping tiran.

Al Quran memuji perempuan yang membangkang kepada suami yang zalim. Seayun itu, Al Quran mengecam perempuan yang menentang suami yang memperjuangkan kebenaran. “Allah membuat contoh bagi orang kafir perempuan Nuh dan perempuan Luth. Keduanya berada dalam perlindungan dua hamba kami yang soleh. Mereka mengkhianati keduanya. Kedua suaminya tidak bermanfaat apapun baginya dihadapan Allah. Dikatakan kepada mereka, masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk ke situ” (66:10).

Terakhir, ada satu tipe lagi perempuan dalam Al Quran. Sebut saja, sebagai tipe penggoda. Tipe ini diceritakan Tuhan ketika berkisah tentang Yusuf (12:23-34). Dalam hubungan dengan merekalah, Al Quran menunjukkan kepandaian perempuan untuk melakukan makar atau tipuan.

Nah, kesimpulannya bahwa Al Quran secara jelas dan tegas menyampaikan berbagai tipe perempuan. Pastinya, bukan tertuju pada kecantikan, melainkan pada amaliah atau prilakunya. Secara eksistensial, perempuan ditandaskan oleh Al Quran memiliki independensi terhadap laki-laki. Perempuan diperintahkan menentang suaminya bilamana suaminya melakukan kezaliman. Sebaliknya, bila ia menentang suaminya yang memperjuangkan kebenaran, betapapun tinggi kedudukan suaminya dihadapan Allah, suaminya tidaklah dapat membantunya.

Al Quran tidak pernah memperlakukan perempuan secara diskriminatif. Al Quran memberikan identitas dan nilai-nilai ideal yang harus dianut oleh perempuan mukminat. Benar kata Roger Geraudy, intelektualit asal Prancis yang tadinya atheis dan penganut Marxisme, kemudian beralih memeluk Islam. “Tidak ada satupun dalam Al Quran yang dapat dijadikan sebagai pembenar praktik apartheid terhadap kaum perempuan, yang sekarang ini telah merajalela di berbagai negara Muslim. Diskriminasi ini muncul dari tradisi Timur Dekat tertentu dan bukan dari Islam”.

[Baca Selengkapnya]

Sekedar Nasehat Untuk Kaum Hawa

1.Untuk membentuk bibir yang menawan, ucapkan kata-kata kebaikan.

2.Untuk mendapatkan mata yang indah, carilah kebaikan pada setiap orang yang Anda jumpai.

3.Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, berbagilah makanan dengan mereka yang kelaparan.

4.Untuk mendapatkan rambut yang indah, mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari.

5.Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, dan Anda tidak akan pernah berjalan sendirian. Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain, Perlu senantiasa berubah, diperbaharui, dibentuk kembali, dan diampuni.

6.Jadi, jangan pernah kucilkan seseorang dari hati Anda apabila Anda sudah melakukan semuanya itu. Ingatlah senantiasa, jika suatu ketika Anda membutuhkan pertolongan, akan senantiasa ada tangan terulur.

7.Dan dengan bertambahnya usia Anda, Anda akan semakin mensyukuri telah diberi dua tangan, satu untuk menolong diri Anda sendiri, dan satu lagi untuk menolong orang lain.

8.Kecantikan wanita bukan terletak pada pakaian yang dikenakannya, bukan pada bentuk tubuhnya, atau cara dia menyisir rambutnya.

9.Kecantikan wanita terdapat pada matanya, cara dia memandang dunia. Karena di matanyalah terletak gerbang menuju ke setiap hati manusia, dimana cinta dapat berkembang.

10.Kecantikan wanita, bukan pada kehalusan wajahnya, tetapi kecantikan yang murni, terpancar pada jiwanya, yang dengan penuh kasih memberikan perhatian dan cinta yang dia berikan dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.
[Baca Selengkapnya]

02 April 2010

Kholifah Umar dan Gadis Yang Jujur

Khalifah Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu memiliki kegemaran melakukan ronda malam sendirian untuk melihat langsung kondisi rakyatnya. Sepanjang malam ia memeriksa keadaan rakyatnya secara langsung dari dekat.

Ketika melewati sebuah gubuk, khalifah merasa curiga melihat lampu yang masih menyala. Di dalamnya terdengar suara orang berbisik-bisik. Khalifah Umar menghentikan langkahnya. Ia penasaran ingin tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Dari balik bilik Khalifah Umar mengintipnya. Tampaklah seorang ibu dan anak perempuannya sedang sibuk mewadahi susu.

“Bu, kita hanya mendapat beberapa kaleng hari ini,” kata anak perempuan itu. “Mungkin karena musim kemarau, air susu kambing kita jadi sedikit.”

“Benar anakku,” kata ibunya.

“Tapi jika padang rumput mulai menghijau lagi pasti kambing-kambing kita akan gemuk. Kita bisa memerah susu sangat banyak,” harap anaknya.

“Hmm…, sejak ayahmu meninggal penghasilan kita sangat menurun. Bahkan dari hari ke hari rasanya semakin berat saja. Aku khawatir kita akan kelaparan,” kata ibunya. Anak perempuan itu terdiam. Tangannya sibuk membereskan kaleng-kaleng yang sudah terisi susu. “Nak,” bisik ibunya seraya mendekat. “Kita campur saja susu itu dengan air. Supaya penghasilan kita cepat bertambah.”

Anak perempuan itu tercengang. Ditatapnya wajah ibu yang keriput. Ah, wajah iu begitu lelah dan letih menghadapi tekanan yang amat berat. Ada rasa sayang yang begitu besar di hatinya. Namun, ia segera menolak keinginan ibunya. “Tidak, Bu!” katanya cepat. “Khalifah melarang keras semua penjual susu mencampur susu dengan air.” Ia teringat sanksi yang akan dijatuhkan kepada siapa saja yang berbuat curang kepada pembeli.

“Ah! Kenapa kau dengarkan Khalifah itu? Setiap hari kita selalu miskin dan tidak akan berubah kalau tidak melakukan sesuatu,” gerutu ibunya kesal.

“Ibu, hanya karena kita ingin mendapat keuntungan yang besar, lalu kita berlaku curang pada pembeli?”

“Tapi tidak akan ada yang tahu kita mencampur dengan air! Tengah malam begini tak ada yang berani keluar. Khalifah Umar pun tidak akan tahu perbuatan kita,” kata ibunya tetap memaksa. “Ayolah, Nak, mumpung tengah malam. Tak ada yang melihat kita!”

“Bu, meskipun tidak ada seorang pun yang melihat dan mengetahui kita mencampur susu dengan air, tapi Allah tetap melihat. Allah pasti mengetahui segala perbuatan kita serapi apapun kita menyembunyikannya,” tegas anak itu. Ibunya hanya menarik nafas panjang. Sungguh kecewa hatinya mendengar anaknya tak mau menuruti suruhannya. Namun, jauh di lubuk hatinya ia begitu kagum akan kejujuran anaknya.

“Aku tidak mau melakukan ketidakjujuran pada waktu ramai maupun sunyi. Aku yakin, Allah tetap selalu mengawasi apa yang kita lakukan setiap saat,” kata anak itu. Tanpa berkata apa-apa, ibunya pergi ke kamar. Sedangkan anak perempuannya menyelesaikan pekerjaannya hingga beres. Di luar bilik, Khalifah Umar tersenyum kagum akan kejujuran anak perempuan itu.

“Sudah sepantasnya ia mendapatkan hadiah!” gumam Khalifah Umar. Dia beranjak meninggalkan gubuk itu kemudian ia cepat-cepat pulang ke rumahnya.

***

Keesokan paginya, Khalifah Umar memanggil putranya, Ashim bin Umar. Diceritakannya tentang gadis jujur penjual susu itu.

“Anakku menikahlah dengan gadis itu. Ayah menyukai kejujurannya,” kata Khalifah Umar. “Di zaman sekarang, jarang sekali kita jumpai gadis jujur seperti dia. Ia bukan takut pada manusia. Tapi takut pada Allah yang MahaMelihat.” Ashim bin Umar menyetujuinya.

Beberapa hari kemudian Ashim melamar gadis itu. Betapa terkejut ibu dan anak perempuan itu dengan kedatangan putra khalifah. Mereka mengkhawatirkan akan ditangkap karena suatu kesalahan.

“Tuan saya dan anak saya tidak pernah melakukan kecurangan dalam menjual susu. Tuan jangan tangkap kami…,” sahut ibu tua ketakutan.

Putra khalifah hanya tersenyum. Lalu mengutarakan maksud kedatangannya hendak menyunting anak gadisnya. “Bagaimana mungkin? Tuan adalah seorang putra khalifah, tidak selayaknya menikahi gadis miskin seperti anakku?” tanya ibu dengan perasaan ragu.

“Khalifah adalah orang yang tidak membedakan manusia. Sebab, hanya ketakwaanlah yang meninggikan derajat seseorang di sisi Allah,” kata Ashim sambil tersenyum.

“Ya. Aku lihat anakmu sangat jujur,” kata Khalifah Umar. Anak gadis itu saling berpandangan dengan ibunya. Bagaimana khlaifah tahu? Bukankah selama ini ia belum pernah mengenal mereka. “Setiap malam aku suka berkeliling memeriksa rakyatku. Malam itu aku mendengar pembicaraan kalian…,” jelas Khalifah Umar.

Ibu itu bahagia sekali. Khalifah Umar ternyata sangat bijaksana dengan menilai seseorang bukan dari kekayaan tapi dari kejujurannya. Sesudah Ashim menikah dnegan gadis itu, kehidupan mereka sangat bahagia dan membahagiakan kedua orangtuanya dengan penuh kasih sayang. Beberapa tahun kemudian mereka dikaruniai anak dan cucu yang kelak menjadi orang besar dan memimpin bangsa Arab, yakni Umar bin Abdul Aziz.

Hikmah : Subhanalloh, sungguh kejujuran itu walaupun menyakitkan tetap bernilai tinggi di hadapan Alloh SWt. Alloh meninggikan derajatnya. Maka apakah kita akan berlaku curang demi rizki yang sedikit yang tiada keberkahan di dalamnya . Wallohu’alam.

[Baca Selengkapnya]

23 November 2009

Sebuah Jendela Untuk Melihat Dunia

Coba bayangkan suatu Minggu pagi yang cerah. Matahari bersinar lembut. Udara terasa sejuk. Di kejauhan terdengar burung-burung berkicau riang. Anda tengah merasakan indahnya hari ini. Sambil bersiul-siul kecil Anda membuka pintu rumah Anda. Tampak sebuah kotak berwarna coklat di depan pagar. Ternyata pagi itu Anda mendapat bingkisan. Pengirimnya pun tertera jelas di situ: tetangga sebelah rumah. Ada apa? Dengan tergesa-gesa Anda membuka kotak itu. Ternyata isinya sangat mengejutkan Anda:

setumpuk kotoran sapi!

Bagaimana perasaan Anda? Anda mungkin bingung, kesal, atau marah. ''Ini sudah keterlaluan!'' pikir Anda. ''Tetangga sebelah itu memang harus diberi pelajaran!'' Lantas apa yang akan Anda lakukan? Anda mungkin langsung melabraknya. Atau paling tidak mempersiapkan ''serangan'' balasan. Nah, kalau Anda jadi melaksanakan niat tersebut, bagaimana respon tetangga Anda? Bisa dibayangkan ''perang'' yang terjadi pada hari berikutnya dapat lebih seru dari perang AS melawan Taliban tempo hari.

Namun Beno, seorang kawan yang mengalami hal ini ternyata memberikan respon yang berbeda. Ia memang terkejut melihat kotoran sapi itu. Tapi kemudian ia berpikir, ''Betapa baiknya tetanggaku ini. Ia benar-benar memperhatikan pekaranganku. Ia tahu persis bahwa rumput dan tanamanku tidak terlalu subur. Karena itu ia menyediakan pupuk untukku. Luar biasa, aku harus ke rumahnya sekedar menyampaikan rasa terima kasihku!''

Pelajaran menarik apa yang dapat diambil dari cerita sederhana tadi?
Ternyata kita tidak melihat dunia ini sebagaimana adanya, tetapi sesuai dengan keadaan kita sendiri. We see the world as we are, not as it is. Dengan demikian sebuah peristiwa yang sama dapat dipersepsikan secara berbeda tergantung darimana Anda melihatnya. Bagi kita kotoran sapi dipersepsikan sebagai penghinaan dan ajakan ''berperang''. Karena itu kita marah dan mempersiapkan serangan balasan.

Sementara Beno menganggap kotoran sapi sebagai hadiah dan bukti perhatian tetangganya. Ia justru berterima kasih. Jadi dimana letak masalahnya? Pada kotoran sapi atau pada cara kita memandang kotoran sapi tersebut? Jelaslah bahwa ''cara kita memandang suatu masalah adalah masalah itu sendiri.''

Dalam bahasa sehari-hari cara kita memandang ini sering disebut dengan berbagai istilah seperti persepsi, asumsi, wawasan, keyakinan, pemikiran, prasangka, prejudis, dan sebagainya.

Semua istilah di atas terangkum dalam kata paradigma. Paradigma adalah jendela untuk melihat dunia. Saya berani mengatakan bahwa paradigma ini merupakan milik Anda yang terpenting. Mengapa? Karena semua tindakan Anda, apapun tanpa terkecuali, pasti didasari oleh suatu paradigma!

Sekali lagi, coba Anda renungkan baik-baik. Semua tindakan Anda dalam hidup dasarnya adalah paradigma. Bagaimana kita melihat suatu masalah akan menentukan apa yang akan kita lakukan. Apa yang kita lakukan akan menentukan apa yang kita dapatkan. Jadi kalau Anda tidak puas dengan apa yang Anda dapatkan sekarang, Anda harus mengubah perilaku Anda. Namun Anda tak akan dapat mengubah perilaku Anda sebelum membongkar paradigma Anda.
[Baca Selengkapnya]

12 September 2009

Kemuliaan Hari Raya

Hari raya Idul Fitri adalah merupakan permulaan bulan Syawal dan hari raya Idul Adha adalah merupakan tanggal sepuluh dari bulan Dzulhijah.

Dua hari raya itu disebut Id (hari raya) karena orang-orang mukmin kembali didalam kedua hari raya itu dari taat kepada Allah SWT, yaitu menunaikan dua buah kewajiban, yaitu:

1. Sebelum hari raya Idul Fitri, kita mempunyai kewajiban berpuasa Ramadhan.
2. Sebelum hari raya Idul Adha, kita mempunyai kewajiban menunaikan ibadah haji dan bersiap-siap untuk ziarah pada Nabi Muhammad SAW (khusus bagi yang mampu).

Dan juga karena berulangnya hal itu setiap tahun, karena banyaknya kebiasaan-kebiasaan Allah di dalamnya dengan kebaikan dan karena kembalinya kegembiraan dengan kembalinya hari itu.

Pertama-tama hari raya yang disholatkan oleh Rosulullah SAW adalah hari raya Idul Fitri dalam dua tahun. Hijrah dan lalu beliau tidak pernah meninggalkannya. Jadi dia adalah sunat yang dikukuhkan.

Abu Hurairah ra. berkata, “Hiasilah hari rayamu dengan membaca takbir”.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa yang membaca ‘SUBHANALLAH WA BIHAMDIHI’ pada hari raya sebanyak tiga ratus kali dan dihadiahkan untuk orang-orang mati dari muslimin, maka masuklah dalam setiap kubur seribu macam nur dan Allah akan menjadikan di dalam kuburnya kelak kalau dia mati seribu nur pula”.

Wahab bin Munnabbih ra. berkata, “Sesungguhnya iblis menekik pada setiap hari raya. Lalu berkumpullah anak-anak iblis mengerumuninya dan mereka bertanya, “Hai tuan kami, sebab apakah kemarahanmu ini?’. Dia berkata, “Sesungguhnya Allah SWT benar-benar mengampuni pada umat Muhammad SAW dalam hari ini. Maka aku harus menyibukkannya dengan segala macam kelezatan dan kesenangan nafsu”.

Dari Wahab juga, “Sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan surga pada hari raya Idul Fitri, menanam syajarah Thuba (pohon di surga) pada hari raya Idul Fitri, memilih Jibril menurunkan wahyu pada hari raya Idul Fitri dan menerima taubat tukang sihir – tukang sihir Fir’aun juga pada hari raya Idul Fitri”.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa yang berdiri beribadah pada malam hari raya dengan mencari pahala, maka tidaklah mati hatinya pada harinya hati-hati ini mati”.

Diceritakan bahwa sesungguhnya Umar pernah melihat putranya pada hari raya, sedang putranya itu memakai pakaian yang sudah usang. Menangislah Umar dan bertanyalah putranya itu kepada ayahandanya, “Wahai ayah, apa yang membuat engkau menangis?’. Berkatalah Umar kepada putranya, “Hai anakku, aku khawatir kalau hatimu menjadi susah dalam hari raya ini apabila anak-anak melihatmu memakai pakaian yang sudah usang ini”. Berkatalah putranya, “Sesungguhnya hanya hati orang yang kehilangan ridho Allah dari hatinya yang merasa sedih atau orang yang berani kepada ibu dan bapaknya. Dan sesungguhnya aku benar-benar mengharap Allah ridho kepadaku berkat ridhomu kepadaku”. Menangislah Umar dan mendekapnya serta mendoakannya mudah-mudahan Allah meridhoi keduanya.

Telah datang apabila datang pagi hari raya Idul Fitri Allah mengutus malaikat-malaikat. Turunlah mereka dan berdiri di mulut-mulut jalan. Lalu mereka memanggil-manggil dengan sebuah suara yang dapat didengar makhluk-makhluk Allah kecuali jin dan manusia. Mereka berkata, “Wahai umat Muhammad, keluarlah kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, Dia akan memberikan pemberian yang agung dan mengampuni dosa yang besar”. Lalu apabila mereka muncul pada tempat-tempat shalatnya berfirmanlah Allah kepada malaikat-malaikatNya, “Apakah balasan dari buruh apabila dia telah menyelesaikan pekerjaannya?”. Mereka berkata, “Balasannya adalah dipenuhilah upahnya”. Berfirman lagi Allah SWT, “Aku persaksikan kepada kamu bahwa sesungguhnya Aku benar-benar telah menjadikan ridho dan ampunanKu sebagai pahala mereka”.

Dikutip dari buku:
Ringkasan Ihya Ulumuddin
“Upaya Menghidupkan Ilmu Agama”
[Baca Selengkapnya]

07 Juli 2009

Persahabatan Kerang dan Mutiara

Malam ini angin berhembus lembut, permukaan laut tenang, ada sedikit cahaya rembulan menerobos masuk ke dasar laut dimana seekor kerang sedang duduk menikmati suasana temaram dan tenang. Gelombang lembut di dasar laut sana membawa pasir-pasir menari mengikuti arus bermain. Sebutir pasir masuk ke dalam tubuh kerang, membuat sang kerang kaget.

Heiii, siapakah kau gerangan, sang kerang bertanya.
Aku adalah pasir, gelombang lautlah yang membawa aku ketempatmu.
Siapakah kau ? tanya sang pasir.
Aku kerang, penghuni dasar lautan ini.

Demikianlah perkenalan sang kerang dengan butir pasir tersebut. Perkenalan tersebut pada awalnya hampa rasanya, mungkin hanya ibarat sebutir pasir besarnya. Sampai suatu saat, sang dewi rembulan melihat persahabatan yang hampa tersebut.

Sang dewi berkata, wahai kerang tidakkah kau dapat lebih mencurahkan rasa persahabatanmu pada butir pasir lembut tersebut, dia begitu kecil dan lembut. Mulai sekarang biar aku mengajarkan bagaimana rasa persahabatan itu agar hidupmu lebih berarti.

Dengan lembut sang dewi mengajarkan, tidak sia-sia apa yang diajakan sang dewi rembulan, persahabatan antara sang kerang dengan butir pasir lembut tersebut berbuah hasil. Ada canda, ada tawa, mereka berbagi masalah.

Persahabatan itu telah merubah butir pasir lembut tersebut menjadi sebutir mutiara muda yang berwarna putih. Warna putih tersebut merupakan warisan sang dewi rembulan kepada mereka.

Di suatu siang yang terik, pada saat mereka sedang berbagi rasa di dasar laut yang berselimut pasir putih. Tiba-tiba mereka mendengar seruan.

Hai sahabat, apa yang sedang kalian lakukan?
Sang kerang menjawab "Siapakah engkau gerangan? "
Wahai kerang tidakkah engkau mengenali aku? aku Surya, dewa penguasa matahari yang menyinari seluruh bumi di siang hari. Aku melihat persahabatanmu dan mutiara muda itu tulus sekali.
Sang kerang menjawab, itu merupakan hasil didikan dewi rembulan yang lembut dan penuh cinta kasih.

"Kalau begitu, biar aku lengkapi ajaran sang dewi, biar aku ajarkan kepada kalian tentang hangatnya cinta", jawab sang matahari. Seiring terbit dan tenggelamnya mentari, sang raja surya memupuk sang kerang dan mutiara muda dengan perasaan cinta. Jatuh cintalah sang kerang dengan mutiara muda itu. Mutiara muda itu sekarang menjadi sebutir mutiara putih bersih dan berkilau mewarisi sifat sang dewa surya, dan dibalut dengan cinta sang kerang, indah sekali.
Hidup sang kerang dan butir mutiara itu indah sekali, cinta mereka tulus, berbagai duka, suka, mereka lalui bersama. Tidak ada hari-hari seindah hari-hari yang mereka lalui. Suatu hari seekor ikan yang lewat berkata kepada sang butir mutiara "wahai mutiara elok, tahun depan Raja dari kerajaan di sebarang sana akan mengadakan pemilihan mutiara terindah, tidakkah kau tertarik untuk mengikutinya, rupamu elok, aku yakin raja akan memilihmu" kata sang ikan

"Benarkah begitu ?" tanya sang mutiara.
"Aku akan menyampaikan kabar gembira ini pada sang kerang kekasihku", sambung sang mutiara.

Mulai saat itu sang mutiara rajin mempercantik diri, sang kerang juga memberinya semangat dan dorongan. Namun sang kerang tidak menyadari, keinginan besar sang mutiara untuk menang telah merubah sikap sang mutiara.

Sampai suatu hari mutiara tersebut berkata kepada sang kerang "Wahai kekasihku kerang, perlombaan itu hampir tiba saatnya, aku ingin keluar sebagai pemenang, aku ingin mencapai cita-citaku, adalah lebih baik mulai saat ini kau menjadi temanku saja, bukan seorang kekasih. Aku ingin mencurahkan seluruh perhatianku untuk lomba itu, aku tidak mau terganggu".

Kata-kata tersebut melukai perasaan sang kerang, airmata jatuh.

"Kenapa kau melakukan ini padaku, aku menyayangimu dengan segenap hatiku, tidakkah engkau tahu perasaanku, aku memang tidak mudah mengungkapkan perasaanku, aku kaku laksana kulitku yang keras, tapi mengapa?"

"Kerang yang baik, untuk apa engkau menangis, aku akan tetap menjadi sahabatmu, aku tetap akan menjaga hubungan kita" kata sang mutiara

Akhirnya tiba waktu perlombaan tersebut, sang raja langsung jatuh hati kepada butir mutiara tadi.

"Inilah mutiara terindah yang pernah aku jumpai, aku memilihnya" kata sang
raja.

Akhirnya mutiara tersebut bersanding menjadi liontin sang raja. Setiap hari sang raja mengaguminya. Sang mutiara telah melupakan sang kerang, sang mutiara asik melayani sang raja.

Tinggallah sang kerang yang kembali duduk di keheningan di dasar laut sana, sepi, hampa hidup sang kerang itu. Setiap hari ia menunggu sang angin menyampaikan kabar dari sang mutiara, satu hari, dua hari, seminggu tidak ada kabar dari sang mutiara.

"Biarlah aku menitip pesanku pada sang angin untuk mutiaraku" pikir sang kerang.

"Wahai angin, sampaikan rasa rinduku pada mutiaraku yang ada di negeri seberang sana" pekik sang kerang. Sang angin menyampaikan pesan tersebut.

Namun apa kata sang mutiara indah "Angin, sampaikan kepada sang kerang, jangan ganggu aku, aku sibuk sekali melayani sang raja, dan sampaikan juga padanya untuk mencari mutiara lain saja".

Kabar ini membuat sang kerang sedih, namun dalam kesedihannya rasa sayang sang kerang terhadap sang mutiara mengalahkan rasa kecewanya, ia tetap berdoa pada Ilahi agar sang mutiara berbahagia.

Nah sahabat dalam kehidupan nyata ini banyak persahabatan yang berakhir dengan sebuah hubungan cinta, jika kedua belah pihak punya komitmen, dan mau menanggung duka dan suka bersama-sama, hubungan itu bisa berakhir dengan sebuah jenjang pernikahan yang suci. Namun bisa juga percintaan itu berakhir dengan sebuah permusuhan yang mengakibatkan kedua belah pihak atau salah satunya terluka, kalaupun cinta itu dapat berakhir lagi dengan sebuah persahabatan, percayalah rasa persahabatan itu akan lain, akan hambar.

Luka dari cinta itu cuma bisa disembuhkan oleh waktu.
Apakah Anda memilih menjadi kerang tersebut atau mutiara indah tersebut?
Terserah Anda.


sumber: Cetivasi
[Baca Selengkapnya]

18 Mei 2009

Kisah Keledai dan Petani

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, semetara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.

Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup karena berbahaya) jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.

Sementara tetangga- tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri.

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari “sumur” (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari “sumur” dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari “sumur” yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah !

Ingatlah aturan sederhana tentang kebahagiaan :
1. Bebaskan dirimu dari kebencian
2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan
3. Hiduplah sederhana
4. Berilah lebih banyak
5. Tersenyumlah
6. Miliki teman yang bisa membuat engkau tersenyum

Seseorang telah mengirimkan hal ini untuk ku pikirkan, maka aku meneruskannya kepadamu dengan maksud yang sama.

"Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini !
[Baca Selengkapnya]

26 Januari 2009

Model Keluarga Muslim Masa Kini

KETIKA AKAN MENIKAH
• Janganlah mencari istri, tetapi carilah ibu bagi anak-anak kita
• Janganlah mencari suami, tetapi carilah ayah bagi anak-anak kita

KETIKA MELAMAR
• Anda bukan sedang meminta kepada orang tua / wali si gadis tetapi meminta kepada Allah SWT melalui orang tua / wali si gadis

KETIKA AKAD NIKAH
• Anda berdua bukan sedang menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan Allah SWT.

KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
• Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoakan Anda, karena Anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila Anda berfikir untuk bercerai karena menyia-nyiakan do’a mereka.

SEJAK MALAM PERTAMA
• Bersyukur dan bersabarlah.
• Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan anak malaikat.

SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
• Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melulu jalan bertabur bunga juga semak yang penuh anak dan duri.

KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
• Jangan saling berlepas tangan tapi sebaliknya justru semakin erat berpegangan tangan.

KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK
• Cintailah istri atau suami 100%

KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK
• Jangan bagi cinta Anda kepada suami / istri dan anak Anda, tetapi cintailah suami / istri Anda 100% dan cintailah anak-anak Anda masing-masing 100%.

KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK
• Yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan istri.

KETIKA EKONOMI KELUARGA MEMBAIK
• Janganlah lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita selama menderita.

KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
• Boleh bermanja-manja kepada istri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggungjawab apabila istri membutuhkan pertolongan Anda.

KETIKA ANDA ADALAH ISTRI
• Tetaplah berjalan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

KETIKA MENDIDIK ANAK
• Janganlah pernah berfikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak.

KETIKA ANAK BERMASALAH
• Yakinlah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orang tua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

KETIKA ADA PIL
• Janganlah diminum, cukuplah suami sebagai obat.

KETIKA ADA WIL
• Janganlah dituruti, cukuplah istri sebagai pelabuhan hati.

KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
• Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga masjid.

KETIKA INGIN LANGGENG HARMONIS
• Gunakan Formula 6 K:
1. Ketaqwaan
2. Kasih saying
3. Kesetiaan
4. Komunikasi dialogis
5. Keterbukaan
6. Kejujuran

===================================================================
[Baca Selengkapnya]

12 September 2008

Keutamaan Berdzikir

Allah Ta’ala berfirman:
“Karena itu, ingatlah kamu kepadaKu, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (dengan memberikan rahmat dan pengampunan). Dan bersyukurlah kepadaKu, serta jangan ingkar (pada nikmatKu)”. (Al-Baqarah, 2:152).

“Hai, orang-orang yang beriman, berdzikirlah yang banyak kepada Allah (dengan menyebut namaNya)”. (Al-Ahzaab, 33:42).

“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah menyediakan untuk mereka pengampunan dan pahala yang agung”. (Al-Ahzaab, 33:35).

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut (pada siksaanNya), serta tidak mengeraskan suara, di pagi dan sore hari. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai”. (Al-A’raaf, 7:205).

Rasul Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
((مَثَلُ الَّذِيْ يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِيْ لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ)).
Perumpamaan orang yang ingat akan Rabbnya dengan orang yang tidak ingat Rabbnya laksana orang yang hidup dengan orang yang mati. [1]

((أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ، وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيْكِكُمْ، وَأَرْفَعِهَا فِيْ دَرَجَاتِكُمْ، وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ، وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوْا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوْا أَعْنَاقَكُمْ))؟ قَالُوْا بَلَى. قَالَ: ((ذِكْرُ اللهِ تَعَالَى)).
“Maukah kamu, aku tunjukkan perbuatanmu yang terbaik, paling suci di sisi Rajamu (Allah), dan paling mengangkat derajatmu; lebih baik bagimu dari infaq emas atau perak, dan lebih baik bagimu daripada bertemu dengan musuhmu, lantas kamu memenggal lehernya atau mereka memenggal lehermu?” Para sahabat yang hadir berkata: “Mau (wahai Rasulullah)!” Beliau bersabda: “Dzikir kepada Allah Yang Maha Tinggi”. [2]

Rasul Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: ((أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِيْ بِيْ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِيْ، فَإِنْ ذَكَرَنِيْ فِيْ نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِيْ نَفْسِيْ، وَإِنْ ذَكَرَنِيْ فِيْ مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِيْ مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا، وَإِنْ أَتَانِيْ يَمْشِيْ أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً)).
Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hambaKu kepadaKu, Aku bersamanya (dengan ilmu dan rahmat) bila dia ingat Aku. Jika dia mengingatKu dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diriKu. Jika dia menyebut namaKu dalam suatu perkumpulan, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih baik dari mereka. Bila dia mendekat kepadaKu sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika dia mendekat kepadaKu sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia datang kepadaKu dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat”. [3]

وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُسْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ شَرَائِعَ اْلإِسْلاَمِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ فَأَخْبِرْنِيْ بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ. قَالَ: ((لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللهِ)).
Dari Abdullah bin Busr Radhiallahu’anhu, dia berkata: Bahwa ada seorang lelaki berkata: “Wahai, Rasulullah! Sesungguhnya syari’at Islam telah banyak bagiku, oleh karena itu, beritahulah aku sesuatu buat pegangan”. Beliau bersabda: “Tidak hentinya lidahmu basah karena dzikir kepada Allah (lidahmu selalu mengucapkannya).” [4]

Rasul Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
((مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لاَ أَقُوْلُ: {الـم} حَرْفٌ؛ وَلَـكِنْ: أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلاَمٌ حَرْفٌ، وَمِيْمٌ حَرْفٌ)).
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an, akan mendapatkan satu kebaikan. Sedang satu kebaikan akan dilipatkan sepuluh semisalnya. Aku tidak berkata: Alif laam miim, satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” [5]

وَعَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: خَرَجَ رَسُوْلُ اللهِ وَنَحْنُ فِي الصُّفَّةِ فَقَالَ: ((أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كُلَّ يَوْمٍ إِلَى بُطْحَانَ أَوْ إِلَى الْعَقِيْقِ فَيَأْتِيْ مِنْهُ بِنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ فِيْ غَيْرِ اِثْمٍ وَلاَ قَطِيْعَةِ رَحِمٍ؟ )) فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ نُحِبُّ ذَلِكَ. قَالَ: ((أَفَلاَ يَغْدُوْ أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمَ، أَوْ يَقْرَأَ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ، وَثَلاَثٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثٍ، وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ، وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ اْلإِبِلِ)).

Dari Uqbah bin Amir Radhiallahu’anhu, dia berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam keluar, sedang kami di serambi masjid (Madinah). Lalu beliau bersabda: “Siapakah di antara kamu yang senang berangkat pagi pada tiap hari ke Buthhan atau Al-Aqiq, lalu kembali dengan membawa dua unta yang besar punuknya, tanpa mengerjakan dosa atau memutus sanak?” Kami (yang hadir) berkata: “Ya kami senang, wahai Rasulullah!” Lalu beliau bersabda: “Apakah seseorang di antara kamu tidak berangkat pagi ke masjid, lalu memahami atau membaca dua ayat Al-Qur’an, hal itu lebih baik baginya daripada dua unta. Dan (bila memahami atau membaca) tiga (ayat) akan lebih baik daripada memperoleh tiga (unta). Dan (bila memahami atau mengajar) empat ayat akan lebih baik baginya daripada memperoleh empat (unta), dan demikian dari seluruh bilangan unta.” [6]

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

((مَنْ قَعَدَ مَقْعَدًا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ فِيْهِ كَانَتْ عَلَيْهِ مِنَ اللهِ تِرَةٌ، وَمَنِ اضْطَجَعَ مَضْجَعًا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ فِيْهِ كَانَتْ عَلَيْهِ مِنَ اللهِ تِرَةٌ)).
“Barangsiapa yang duduk di suatu tempat, lalu tidak berdzikir kepada Allah di dalamnya, pastilah dia mendapatkan hukuman dari Allah dan barangsiapa yang berbaring dalam suatu tempat lalu tidak berdzikir kepada Allah, pastilah mendapatkan hukuman dari Allah.” [7]

((مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُوا اللهَ فِيْهِ، وَلَمْ يُصَلُّوْا عَلَى نَبِيِّهِمْ إِلاَّ كَانَ عَلَيْهِمْ تِرَةٌ، فَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُمْ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُمْ)).
“Apabila suatu kaum duduk di majelis, lantas tidak berdzikir kepada Allah dan tidak membaca shalawat kepada Nabinya, pastilah ia menjadi kekurangan dan penyesalan mereka, maka jika Allah menghendaki bisa menyiksa mereka dan jika menghendaki mengampuni mereka.” [8]

((مَا مِنْ قَوْمٍ يَقُوْمُوْنَ مِنْ مَجْلِسٍ لاَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ فِيْهِ إِلاَّ قَامُوْا عَنْ مِثْلِ جِيْفَةِ حِمَارٍ وَكَانَ لَهُمْ حَسْرَةً)).
“Setiap kaum yang berdiri dari suatu majelis, yang mereka tidak berdzikir kepada Allah di dalamnya, maka mereka laksana berdiri dari bangkai keledai dan hal itu menjadi penyesalan mereka (di hari Kiamat).” [9]



---------------------------------------
[1] HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari 11/208. Imam Muslim meriwayatkan dengan lafazh sebagai berikut:
“Perumpamaan rumah yang digunakan untuk dzikir kepada Allah dengan rumah yang tidak digunakan untuk dzikir, laksana orang hidup dengan yang mati”. (Shahih Muslim 1/539).
[2] HR. At-Tirmidzi 5/459, Ibnu Majah 2/1245. Lihat pula Shahih Tirmidzi 3/139 dan Shahih Ibnu Majah 2/316.
[3] HR. Al-Bukhari 8/171 dan Muslim 4/2061. Lafazh hadits ini riwayat Al-Bukhari.
[4] HR. At-Tirmidzi 5/458, Ibnu Majah 2/1246, lihat pula dalam Shahih At-Tirmidzi 3/139 dan Shahih Ibnu Majah 2/317.
[5] HR. At-Tirmidzi 5/175. Lihat pula Shahih At-Tirmidzi 3/9 dan Shahih Jaami’ush Shaghiir 5/340.
[6] HR. Muslim 1/553.
[7] HR. Abu Dawud 4/264; Shahihul Jaami’ 5/342.
[8] Shahih At-Tirmidzi 3/140.
[9] HR. Abu Dawud 4/264, Ahmad 2/389 dan Shahihul Jami’ 5/176.

[Baca Selengkapnya]

25 Mei 2008

Gadis Sahaja

Seorang gadis itu yang lembut fitrah tercipta, halus kulit, manis tuturnya, lentur hati, halus wajahnya, sehalus rasa membisik di jiwa, di matanya cahaya, dalamnya ada air, sehangat cinta, sejernih suka, sedalam duka, ceritera hidupnya …
Seorang gadis itu hatinya penuh manja, penuh cinta, sayang semuanya, cinta untuk diberi, cinta untuk dirasa namun manjanya bukan untuk semua, bukan lemah, atau kelemahan dunia, ia bisa kuat, bisa jadi tabah, bisa ampuh menyokong, pahlawan-pahlawan dunia. Begitu unik tercipta, lembutnya bukan lemah, tabahnya tak perlu pada jasad yang gagah.

Seorang gadis itu teman yang setia, buat Adam dialah Hawa, tetap disini dari indahnya Jannah, hatta ke medan dunia, hingga kembali mengecap ni’matNya. Seorang gadis itu bisa seteguh Khadijah, yang suci hatinya, tabah & tenang sikapnya, teman lah-Rasul, pengobat duka & laranya. Bijaksana ia, menyimpan ílmu, si teman bicara, dialah Áishah, penyeri taman Rasulullah, dialah Hafsah, penyimpan mushaf pertama kalamullah.

Seorang gadis itu bisa setabah Maryam, meski dicaci meski dikeji, itu hanya cerca manusia, namun sucinya ALLAH memuji seperti Fatimah kudusnya, meniti hidup seadanya, puteri Rasulullah kesayangan ayahanda, suaminya si panglima agama, dibelakangnya dialah pelita, cahaya penerang segenap rumahnya, ummi tersayang cucunda Baginda, bisa dia segagah Nailah, dengan dua tangan tegar melindungi khalifah, meski akhirnya bermandi darah, meski akhirnya khalifah rebah, syahid menyahut panggilan Allah.

Seorang gadis itu perlu ada yang membela, agar ia terdidik jiwa, agar ia terpelihara dengan kenal Rabbnya, dengan cinta Rasulnya, dengan yakin Deennya, dengan teguh áqidahnya, dengan utuh cinta yang terutama, Allah jua RasulNya, dalam ketaatan penuh setia pemelihara maruah dirinya, agama, keluarga & ummahnya.

Seorang gadis itu melenturnya perlu kasih sayang, membentuknya perlu kebijaksanaan, kesabaran dan kemaafan, keyakinan & penghargaan, tanpa jemu & tanpa bosan, memimpin tangan, menunjuk jalan.

Seorang gadis itu yang hidup di alam ini, gadis akhir zaman, era hidup perlu berdikari, dirinya terancam oleh fitnah, sucinya perlu tabah, cintanya tak boleh berubah, tak bisa terpadam oleh helah, oleh keliru fikir jiwanya, karena dihambur ucapkata nista, hanya karena dunia memperdaya, karena seorang gadis itu, yang hidup di zaman ini perlu teguh kakinya, mantap iman mengunci jiwanya, dari lemah & kalah, dalam pertarungan yang lama, dari rebah & salah, dalam perjalanan mengenali Tuhannya, dalam perjuangan menggapai cinta, ni’mat hakiki seorang hamba, dari Tuhan yang menciptakan, dari Tuhan yang mengurniakan, seorang gadis itu anugerah istimewa kepada dunia!

Seorang gadis itu tinggalah di dunia, sebagai ábidah, dahípayah & mujahidah, pejuang ummah, anak ummi & ayah, muslimah yang solehah, kelak jadi ibu, membentuk anak-anak ummah, rumahnya taman ilmu, taman budi & ma’rifatullah.

Seorang gadis itu semoga akan pulang, dalam cinta & dalam sayang, ridha dalam keridhaan, Tuhan yang menentukan.

Seorang gadis itu dalam kebahagiaan! Moga lah-Rahman melindungi, merahmati dan merestui, perjalanan seorang gadis itu menuju cintaNYA yang ABADI

Ya Allah,
Jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang
Yang melabuhkan cintanya padaMu,
Agar bertambah kakuatanku untuk mencintaiMu

Ya Muhaimin,
Jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya
Agar tidak melebihi cintaku padaMu,

Ya Allah,
Jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati
Seseorang yang hatinya tertaut padaMu,
Agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta

Ya Robbana,
Jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya
Agar tidak berpaling pada hatiMu

Ya Robbul Izzati,
Jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang
Yang merindui syahid dijalanMu

Ya Allah,
Jika aku rindu, jagalah rinduku padanya
Agar tidak lalai merindukan surgaMu.

Ya Allah,
Jika aku menikmati cinta kekasihmu,
Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya
Bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

[Baca Selengkapnya]

14 Mei 2008

TRIK MENINGKATKAN PRESTASI

Latihlah kemampuan anda untuk memecahkan masalah yang anda hadapi sehari-hari dan anda akan segera menikmati jaminan bahwa anda sanggup untuk memecahkan berbagai persoalan yang di tawarkan dalam hidup ini.

Milikilah keinginan untuk melayani orang lain tanpa memikirkan apakah anda akan meraih keuntungan atau tidak, anda akan merasakan suatu pertumbuhan spiritual yang luar biasa.

Berkompetisilah dengan diri anda sendiri. Biarkan segala yang anda kerjakan hari ini berkompetisi dengan segala yang telah anda kerjakan kemarin. dan ada akan segera berpikir sangat positif terhadap diri anda sendiri.

Semakin spesifik anda mendefinisikan apa yang anda anda inginkan dalam hidup ini, akan semakin besar kemungkinan anda untuk meraih keinginan tersebut.

Empat hal yang dibutuhkan oleh semua orang adalah : Uang, Cinta kasih, Makanan Ego, dan kesehatan. keempat hal ini saling berkaitan dengan erat, jangan sampai anda kehilangan salah satu elemen tersebut, manakala sedang mengejar yang lain.

Menimbang kemampuan-kemampuan yang sekedar ada serta kemapuan-kemapuan potensial yang masih terpendam dalam diri anda untuk menentukan realistis atau tidaknya keinginan-keinginan anda tersebut.
Supaya lebih yakin anda dapat menuliskan kemampuan-kemampuan yang dapat anda kembangkan atau kemapuan-kemampuan yang telah anda miliki pada saat itu, serta kemampuan anda untuk memenuhi keinginan-keinginan anda.

Menguji kemampuan anda dalam berhubungan dengan orang lain, untuk menentukan apakah diri anda telah memadai dan jika belum, anda harus berbuat sesuatu untuk meningkatkannya.

Sebagai seorang individu yang mandiri, Anda harus tiba pada definisi pribadi akan hal-hal ang anda inginkan dalam hidup ini.

Alasan yang paling penting mengapa sebagian besar orang hidup dan kemudian mati tanpa secara spesifik mengetahui hal-hal yang mereka inginkan dalam kehidupan ini adalah karena mereka tidak pernah menuliskan keinginan-keinginan mereka.

Sekali anda berhasil mendefinisikan secara spesifik tentang hal-hal yang anda inginkan dalam hidup ini, akan terbuka lebar kemungkinan yang lebih besar bagi anda untuk meraih keinginan tersebut.

Tanpa suatu definisi yang jelas tentang keinginan-keinginan anda, Anda mungkin akan mengejar suatu tujuan dengan mengorbankan tujuan lain yang sebenarnya tak kalah penting.
Cita-cita merupakan kekuatan yang memberi motovasi paling besar dalam kehidupan manusia.
[Baca Selengkapnya]

03 Mei 2008

Wanita Sholehah

Wanita sholehah adalah sebaik-baik keindahan
Menatapnya, menyejukkan qalbu
Mendengarkan suaranya, menghanyutkan batin
Wanita sholehah adalah bidadari surga yang hadir di dunia
Wanita sholehah adalah ibu bagi anak-anak yang mulia
Wanita sholehah adalah istri yang meneguhkan jihad suami
Wanita sholehah menebar rahmat bagi rumah tangga
Wanita sholehah cahaya dunia dan akhirat
Perhiasan yang paling indah bagi seorang abdi Allah
ialah wanita sholehah dia menghiasi dunia
Aurat ditutup demi kehormatan
Kitab alquran didaulatkan
Suami mereka ditaatinya

“Wanita dinikahi karena empat perkara : “karena hartanya, kecantikannya, nasabnya dan agamanya. Maka pilihlah yang beragama (shalehah) niscaya engkau akan bahagia”. (Muttafaqun Alaih)

Suami shaleh adalah seorang suami yang selalu ingat bahwa Allah memerintahkannya agar ia mempergauli istrinya dengan baik dan ia tahu bahwa istri merupakan amanah yang dititipkan Allah kepadanya, karenanya, membahagiakan istri merupakan ibadah baginya.

Sebagaimana disinyalir oleh Sang pembawa kabar gembira Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang artinya : “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita shalehah”. Lantas seperti apasih wanita shalehah itu???. Untuk mengetahui jawabannya baca aja terus, promosi nich.

1.Wanita shalehah adalah wanita yang benar-benar mengahambakan diri kepada Allah dan beribadah hanya kepadaNya.

2.Wanita shalehah adalah wanita yang taat, patuh dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

3.Wanita shalihah adalah wanita yang menjadikan shalat sebagai kebahagian tersendiri baginya,: “Dan kujadikan shalat sebagai permata hatiku”. Ia tidak lalai mendirikan shalat tepat pada waktunya, khusu’ dalam shalat-shalatnya, gemar berpuasa dan bersedekah, sungguh-sungguh dalam do’anya antara takut dan penuh harap.

4.Wanita shalehah….. Jilbab adalah pakaiannya, busana muslimah yang menutup rapat seluruh auratnya, pakaian yang disyariatkan oleh Sang Penguasa jagad raya kepadanya.: “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

5.Wanita shalehah…. Dalam dirinya terkumpul kebaikan akhlak, adab baginya lebih baik dari zahab (emas), penghias bibirnya adalah zikrullah dan bacaan Al-Qur’an, pemerah pipinya adalah rasa malu, eye shadawnya gahdul bashar dan ia selalu menjaga kesuciannya sebagai aplikasi dari firman Allah yang artinya: “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudungnya kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasanya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudar-saudara leleki mereka, atau putra- putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak memiliki keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. (Qs 24 : 31).

6.Wanita shalehah adalah wanita yang terdidik dengan tarbiyah islamiyah, terus memperdalam ilmu syar’i, aktif dalam kegiatan dakwah beramar makruf nahi mungkar.

7.Wanita shalehah…. Hari-hari libur dari ritualnya ia ganti dengan dangan hal-hal yang bermanfaat, membaca buku-buku Islam, mendengar kaset-kaset ceramah, memperbanyak sedekah dan lain sebagainya. Pendeknya, wanita shalehah adalah sosok wanita yang taat melaksanakan perintah Allah, sungguh-sungguh terhadap kewajiban dan hirs terhadap nawafil, sehingga ia dapat menggapai cintaNya sebagaimana yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits qudsy yang dirwayatkan oleh Imam Bukhary dari Abi Hurairah yang artinya : “Rasul bersabda : “Allah berfirman : “Barang siapa yang menjadikan selain Ku sebagai sekutu, Aku telah mengizinkan agar ia diperangi, tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih dari yang Aku wajibkan, dan hambaku itu selalu mendekatkan diri kepadaKu dengan nawafil (amalan sunnah) sehingga Aku mencintainya, apabila Aku telah mencintainya, Akulah pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar dan pengelihatannya yang ia gunakan untuk melihat dan tangannya yang ia gerakan dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan, apabila ia meminta kepadaKu niscaya Aku beri dan apabila ia meminta perlindungan niscaya Aku lindungi (Hr Bukhary)

8.Wanita shalehah…. Ketika di khitbah oleh seorang muslim yang shaleh dan multazim, ia tidak menolaknya. Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “Jika datang kepadamu (mengkhitbah) orang yang kamu ridha dien dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia, bila tidak, akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar”. Ia memprioritaskan dua syarat dien dan akhlak, namun tidak terlalu ghulu (berlebihan) dalam menyaring dan menentukan pilihan, sebab ia tahu tidak ada orang zaman sekarang yang imannya setaraf dengan Abu Bakar atau Umar. Cukuplah baginya pemuda yang shaleh dan multazim, itulah yang ia nantikan.

9.Wanita shalehah….. Ia tahu bahwa kehidupan rumah tangga tidak melulu berjalan mulus, berbentangkan permadani.

10.Wanita shalehah….. Ia menjadi sesuatu yang paling berharga bagi suaminya setelah ketakwaannya kepada Allah, bila dipandang oleh sang suami menimbulkan rasa bahagia dihati. Wanita shalehah….. Ia sabar saat-saat sang suami meninggalkannnya untuk menuntut ilmu, mencari rizki, atau kepentingan dakwah dan menyambut kepulangan suami dengan senyum mengembang dan wajah ceria.

11.Wanita shalehah….. Ia selalu melahirkan generasi robbani, mengenalkan putra-putrinya kepada Allah sejak dini, bahkan sebelum sang anak itu terlahir kedunia. Mengasuhnya dengan sabar dan penuh keibuan, mendidiknya dengan pendidikan islami, mengajari Sunnah-sunnah Nabi, akhlakul karimah dan lain sebagainya. Ibu adalah madrasatul Ula bagi putra-putrinya.

Dengan demikian ia akan menjadi mar’ah shalehah, zaujah muti’ah dan ummu madrasah. Singkatnya, wanita shalehah adalah gambaran sosok hamba Allah, pengikut Rasul, anak, istri, ibu dan anggota masyarakat yang baik dan menjadi uswah hasanah bagi orang lain.
: “Sungguh indah permata dunia, intan mutu manikam, emas dan berlian yang memikat hati. Namun tiada seindah bunga wanita shalehah harapan agama…….
Demikianlah beberapa sifat dan karakter wanita shalehah yang kudambakan, dan juga oleh setiap pemuda muslim yang berakal sehat.
Akankah aku mendapatkannya???
============================**00000**==========================
Wallahu A’la wa A’lam Bishshowab
[Baca Selengkapnya]

Jodoh dan Kedewasaan Kita

Jodoh adalah problema serius, terutama bagi para Muslimah. Kemana pun mereka melangkah, pertanyaan-pertanyaan "kreatif" tiada henti membayangi. Kapan aku menikah? Aku rindu seorang pendamping, namun siapa? Aku iri melihat wanita muda menggendong bayi, kapan giliranku dipanggil ibu? Aku jadi ragu, benarkah aku punya jodoh? Atau jangan-jangan Tuhan berlaku tidak adil?

Jodoh serasa ringan diucap, tapi rumit dalam realita. Kebanyakan orang ketika berbicara soal jodoh selalu bertolak dari sebuah gambaran ideal tentang kehidupan rumah tangga. Otomatis dia lalu berpikir serius tentang kriteria calon idaman. Nah, disinilah segala sedu-sedan pembicaraan soal jodoh itu berawal. Pada mulanya, kriteria calon hanya menjadi 'bagian masalah', namun kemudian justru menjadi inti permasalahan itu sendiri. Disini orang berlomba mengajukan "standardisasi" calon: wajah rupawan, berpendidikan tinggi, wawasan luas, orang tua kaya, profesi mapan, latar belakang keluarga harmonis, dan tentu saja kualitas keshalihan.

Ketika ditanya, haruskah seideal itu? Jawabnya ringan, "Apa salahnya? Ikhtiar tidak apa, kan?" Memang, ada juga jawaban lain, "Saya tidak pernah menuntut. Yang penting bagi saya calon yang shalih saja." Sayangnya, jawaban itu diucapkan ketika gurat-gurat keriput mulai menghiasi wajah. Dulu ketika masih fresh, sekadar senyum pun mahal. Tidak ada satu pun dalih, bahwa peluang jodoh lebih cepat didapatkan oleh mereka yang memiliki sifat superior (serba unggul). Memperhitungkan kriteria calon memang sesuai sunnah, namun kriteria tidak pernah menjadi penentu sulit atau mudahnya orang menikah. Pengalaman riil di lapangan kerap kali menjungkirbalikkan prasangka-prasangka kita selama ini.

Jodoh, jika direnungkan, sebenarnya lebih bergantung pada kedewasaan kita. Banyak orang merintih pilu, menghiba dalam doa, memohon kemurahan Allah, sekaligus menuntut keadilan-Nya. Namun prestasi terbaik mereka hanya sebatas menuntut, tidak tampak bukti kesungguhan untuk menjemput kehidupan rumah tangga.

Mereka bayangkan kehidupan rumah tangga itu indah, bahkan lebih indah dari film-film picisan ala bintang India, Sahrukh Khan. Mereka tidak memandang bahwa kehidupan keluarga adalah arena perjuangan, penuh liku dan ujian, dibutuhkan napas kesabaran panjang, kadang kegetiran mampir susul-menyusul. Mereka hanya siap menjadi raja atau ratu, tidak pernah menyiapkan diri untuk berletih-letih membina keluarga.

Kehidupan keluarga tidak berbeda dengan kehidupan individu, hanya dalam soal ujian dan beban jauh lebih berat. Jika seseorang masih single, lalu dibuai penyakit malas dan manja, kehidupan keluarga macam apa yang dia impikan?

Pendidikan, lingkungan, dan media membesarkan generasi muda kita menjadi manusia-manusia yang rapuh. Mereka sangat pakar dalam memahami sebuah gambar kehidupan yang ideal, namun lemah nyali ketika didesak untuk meraih keidealan itu dengan pengorbanan. Jika harus ideal, mereka menuntut orang lain yang menyediakannya. Adapun mereka cukup ongkang-ongkang kaki. Kesulitan itu pada akhirnya kita ciptakan sendiri, bukan dari siapa pun.

Bagaimana mungkin Allah akan memberi nikmat jodoh, jika kita tidak pernah siap untuk itu? "Tidaklah Allah membebani seseorang melainkan sekadar sesuai kesanggupannya." (QS Al Baqarah, 286). Di balik fenomena "telat nikah" sebenarnya ada bukti-bukti kasih sayang Allah SWT.

Ketika sifat kedewasaan telah menjadi jiwa, jodoh itu akan datang tanpa harus dirintihkan. Kala itu hati seseorang telah bulat utuh, siap menerima realita kehidupan rumah tangga, manis atau getirnya, dengan lapang dada. Jangan pernah lagi bertanya, mana jodohku? Namun bertanyalah, sudah dewasakah aku?

Wallahu a'lam bisshawaab.
[Baca Selengkapnya]

Anugerah Terindah Milik Kita

Ringkih dan renta karena ditelan usia, namun tampak tegar dan bahagia. Ikhlas, memancarkan selaksa cinta penuh makna yang membias dari guratan keriput di wajah. Tiada yang berubah sejak saat dalam buaian, hingga sekarang mahkota putih tampak anggun menghiasinya. Dekapannya pun tak berubah, luruh memberikan kenyamanan dan kehangatan.

Jemari itu memang tak lagi lentik, namun selalu fasih menyulam kata pinta, membaluri sekujur tubuh dengan do'a-do'a. Kaki tampak payah, tak mampu menopang tubuhnya. Telapak tempat surga itu pun penuh bekas darah bernanah, simbol perjuangan menapak sulitnya kehidupan.

Ibunda...
Adakah saat ini kita terenyuh mengenangkannya? Ia adalah sebuah anugerah terindah yang dimiliki setiap manusia. Sejak dalam rahim, betapa cinta itu tak putus-putusnya mengalirkan kasih yang tak bertepi. Hingga kerelaan, keikhlasan dan kesabaran selama 9 bulan pun bagai menuai pahala seorang prajurit yang sedang berpuasa, namun tetap berperang di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Polesannya adalah warna dasar pada diri kita. Menggores sebuah kanvas putih nan suci, hingga tercipta lukisan Yahudi, Musyrik atau Nasrani. Namun, goresan yang diselimuti untaian ayat suci Al Qur'an, zikir, tasbih serta tahmid, tentu akan melahirkan syakhsiyah Islamiyah (kepribadian Islam) pada jiwa. Ibunda pun berharap tercipta jundullah (tentara Allah) dari sebuah madrasah keluarga.

Selaksa cinta ibunda yang dibaluri tsaqofah Islamiyah (wawasan keislaman) telah menyemai banyak pahlawan Islam. Teladan Asma' binti Abu Bakar Ash-Shidiq melahirkan pahlawan Abdullah bin Zubair, yang dengan cintanya masih berdoa agar dirinya tidak mati sebelum mengurus jenazah anaknya yang disalib Hajaj bin Yusuf, antek Bani Umaiyah. Polesan warna seorang ibunda, Al Khansa, melahirkan putra-putra kebanggaan Islam yang berani dan luhur akhlaqnya, hingga satu persatu syahid pada perang Qodisyiah. Di sela kesedihannya, ibunda masih berucap, "Alhamdulillah... Allah telah mengutamakan dan memberikan karunia padaku dengan kematian anak-anakku sebagai syuhada. Aku berharap semoga Allah mengumpulkan aku dengan mereka dalam rahmat-Nya kelak."

Banyak... sungguh teramat banyak cinta ibunda yang melahirkan kisah-kisah teladan. Yatim seorang anak pun tidaklah menghalangi ibunda untuk merangkai sejarah dengan tinta emas, terbukti dengan mekar harumnya para mujtahid Imam Abu Hanifah, Imam Syafi'i, Imam Ahmad bin Hambal serta Imam Bukhari. Didikan ibunda mereka telah mampu mendidiknya hingga menjadi anak-anak yang gemar menuntut ilmu tanpa kenal lelah, bahkan mandiri dalam kemiskinan.

Kita mungkin dilahirkan dari rahim seorang perempuan biasa. Bahkan kita pun tidak dilahirkan untuk menjadi seorang pahlawan. Namun, ibunda kita dan mereka adalah sama, sebuah anugerah terindah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Saat dewasa, tapak kaki telah kuat menjejak tanah dan tangan pun terkepal ke angkasa, masihkah selalu ingat ibunda? Cita-cita telah tergenggam di tangan, popularitas, kemewahan hingga dunia pun telah takluk menyerah kalah, tunduk karena ketekunan, jerih payah serta kerja keras tiada hentinya. Haruskah sombong dan angkuh hingga kata-kata menyakitkan begitu gampang terlontar?

Duhai jiwa, sekiranya engkau sadar bahwa tanpa do'a ibunda, niscaya semua masih angan-angan belaka.
Astaghfirullah... ampuni diri ini ya Allah.

Duhai ibunda...
Maafkan jika mata ini pernah sinis memandang, dan lidah yang pernah terucap kata makian hingga membuat luka hatimu. Maafkanlah pula kalau kesibukan menghalangi untaian do'a terhatur untukmu. Ampuni diri ananda yang tak pernah bisa membahagiakanmu, ibunda.

Sungguh, jiwa dan jasad ini ingin terbang ke angkasa lalu luruh di pangkuan, mendekap tubuh sepuh, serta menangis di pangkuanmu. Hingga terhapuskan kerinduan dalam riak anak-anak sungai di ujung mata. Rengkuhlah ananda dengan belai kasih sayangmu bagai masa kecil dulu. Mengenangkan indahnya setiap detik dalam rahimmu dan hangatnya dekapanmu. Buailah dengan do'a-do'a hingga ananda pun lelap tertidur di sampingmu.

Duhai ibunda...
Keindahan dunia tak akan tergantikan dengan keindahan dirimu.
Sorak-sorai pesona dunia pun tak dapat menggantikan gemuruh haru detak jantung saat engkau memelukku.
Indah... semua begitu indah dalam alunan cintamu, menelisik lembut, membasahi lorong hati dan jiwa yang rindu kasih sayangmu.

Duhai ibunda...
Bukakanlah pintu ridhomu, hingga Allah pun meridhoiku.

Wallahua'lam bi showab.

*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah,
[Baca Selengkapnya]

31 Maret 2008

Awas April MOP

Setiap kali menjelang tanggal 1 April, banyak diantara kita begitu terbawa dengan budaya 'pandang ke barat', dan mereka menjadi begitu sibuk sekali. Kepala mereka penuh dengan rencana dan mencari mangsa-mangsa untuk dipermain-mainkan. Bahkan sewaktu sedang bekerja atau sedang makan pun kepala mereka mencari cara dan membuat rencana 'penganiayaan' ini. Yang penting mereka ingin puas melihat muka mangsa-mangsa gurauan April Mop mereka merah padam karena dipermain-mainkan. Bagaimanapun, tanpa mereka sadari, kadang guyonan-guyonan biasa atau 'practical jokes' yang dilakukan dapat menjadikan perselisihan dan penyesalan yang berkepanjangan.

Sewaktu masa sekolah dahulu, pernah terbaca tentang suatu tragedi yang terjadi pada tanggal 1 April ini. Seorang suami yang suka jahil tentang agama, telah mengucapkan, 'Aku ceraikan kamu dengan talak 3' pada isterinya dengan niat untuk bercanda. Isterinya yang pada mulanya tercengang-cengang terus meraung, kemudian si suami dengan muka tanpa dosa mengucapkan 'April MOP!!'. Setelah itu, giliran si suami pula untuk meraung saat diberitahu bahwa talak yang dilafazkan tersebut telah pun jatuh!!!.

Dibalik perayaan April Mop (AprilFool's Day) ini, sangat dipercayai bahwa April Mop mula mula dirayakan pada saat kejatuhan kerajaan Islam di Spanyol. Setelah sekian lama berkuasa di Granada, Spanyol, kerajaan Islam akhirnya runtuh diserang tentara-tentara Kristen. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (Moors) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen tidak puas dan berusaha untuk menghapuskan orang-orang Islam dari Spanyol.

Penduduk-penduduk Muslimin ini, diberitahu bahwa mereka diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan barang-barang keperluan mereka dengan menggunakan kapal-kapal yang berlabuh di perlabuhan. Orang-orang Muslimin khawatir dan curiga atas tawaran tersebut, dikhawatirkan tawaran tersebut merupakan suatu penipuan, kemudian mereka pergi kepelabuhan untuk melihat apakah ada kapal yang dimaksud oleh tentara Kristen Setelah dilihat keberadaan kapal kapal dipelabuhan, merekapun membuat persiapan untuk berlayar.

Keesokan harinya (1 April), mereka mengambil semua barangan yang telah disiapkan lalu menuju ke perlabuhan. Pada saat inilah, pihak Kristen mengambil kesempatan menggeledah dan membakar rumah penduduk-penduduk Islam itu. Bahkan mereka juga tidak sempat untuk menaiki kapal karena semuanya telah musnah dibakar. Pihak Kristen kemudian menyerang kaum Muslimin dan membunuh kesemuanya, lelaki, perempuan, serta anak-anak kecil. Peristiwa berdarah yang meyedihkan ini kemudiannya dirayakan oleh tentera Kristen. Perayaan ini akhirnya dirayakan setiap tahun bukan saja di Spanyol tetapi juga di seluruh dunia sebagai April Fool's Day.

Yang menyedihkan, orang-orang Islam yang jahil pun turut meperingati April Fool's Day tanpa menyadari mereka sebenarnya merayakan ulang tahun pembunuhan masal saudara se-Islam mereka sendiri.

Semoga Allah sentiasa membuka pintu taubat untuk kita.
To love someone is nothing
To be loved by someone is something
To be loved by someone you love is exciting
But to be loved by Allah is everything
[Baca Selengkapnya]

16 Maret 2008

Cinta Yang Tak Terlihat

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? Ketika Kita menangis? Ketika kita membayangkan yang indah indah? Ketika kita Berciuman? Ini karena hal terindah didunia TIDAK TERLIHAT....

Kita semua agak aneh dan hidup sendiri juga agak aneh. Dan ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam keanehan serupa yang dinamakan CINTA

Ada hal hal yang tidak ingin kita lepaskan, orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan, tapi ingatlah, melepaskan buka berarti akhir dari dunia melainkan awal dari suatu kehidupan baru.

Kebahagian ada untuk mereka yang menangis, mereka yang yang tersakiti, mereka yang telah mencari dan mereka yang telah mencoba, karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka..

Cinta yang agung?
Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya, adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia. adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata aku turut berbahagia untukmu.

Apabila cinta tidak berhasil, bebaskan dirimu dan biarkan hatimu tuk kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi. Ingatlah bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya, tetapi ketika cinta itu mati, kamu tidak perlu mati bersamanya Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh.

Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada. Hanyalah penghargaan abadi atas pilihan pilihan kehidupan yang telah kau buat.

TEMAN SEJATI..
Mengerti ketika kamu berkata"Aku Lupa"
Menunggu selamanya ketika kamu berkata "Tunggu sebentar"
Tetap tingal ketika kamu berkata "Tinggalkan aku sendiri"
Membukakan pintu meskipun kamu belum mengetuk dan berkata
"Bolehkah Saya Masuk.?"

MENCINTAI
Bukanlah bagaimana kamu melupakan melainkan bagaimana kamu memaafkan,
Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan melainkan bagaimana kamu mengerti,
Bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasakan,
Bukanlah bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu bertahan
Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati, dibandingkan menagis tersedu sedu. Air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang.

Dalam urusan cinta, kiat sangat jarang menang, tapi ketika cinta itu tulus, meskipun kalah, kamu tetap menang, hanya karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang,
lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri. Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang bukan karena orang itu berhenti mencintai kita, melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan berbahagia apabila kita melepaskannya.

Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia, jangan percaya bahwa melepaskan selalu berarti kamu benar-benar mencintai. Melainkan berjuanglah demi cintamu, itulah CINTA SEJATI.

Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan daripada berjalan dengan orang "yang tersedia". Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai daripada orang yang berada disekelilingmu. Lebih baik menunggu orang yang tepat karena, hidup ini terlalu singkat untuk dibuang dengan hanya dengan "seseorang". Kadangkala, orang yang kamu cintai adalah orang yang paling menyakiti hatimu dan kadangkala, teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu, adalah cinta yang tidak kamu sadari

[Baca Selengkapnya]

15 Maret 2008

Bila Ajal Mulai Mendekat

Baginda Rasullullah S.A.W berkata : Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua telapak kakinya sehingga sampai kelutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudian mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudian mereka keluar. Dan yang paling terakhir datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu."
Sambung Rasullullah S.A.W. lagi: "Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibrail A.S. akan menebarkan sayapnya yang disebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada disekelilinginya. Ini adalah karena sangat rindunya pada syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibrail A.S." Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibrail A.S. akan menebarkan sayap disebelah kiri. Maka orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang disekelilinginya. Ini adalah karena terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya. Dari sebuah hadis bahwa apabila Allah S.W.T. menghendaki seorang mukmin itu dicabut nyawanya maka datanglah malaikat maut. Apabila malaikat maut hendak mencabut roh orang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah zikir dari mulut orang mukmin itu dengan berkata: "Tidak ada jalan bagimu mencabut roh orang ini melalui jalan ini karena orang ini sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada Allah S.W.T." Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada Allah S.W.T. dan menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang mukmin itu. Lalu Allah S.W.T. berfirman: "Wahai malaikat maut, kamu cabutlah ruhnya dari arah lain." Setelah malaikat maut mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut pun mencoba mencabut roh orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang mukmin itu, keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluar penulisan ilmu. Maka berkata tangan: "Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang mukmin dari arah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah, tangan ini mengusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu pengetahuan."
Karena malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang mukmin dari arah tangan maka malaikat maut mencoba pula dari arah kaki. Malangnya malaikat maut juga gagal melakukan sebab kaki berkata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini karena kaki ini sentiasa berjalan berulang kali mengerjakan solat dengan berjamaah dan kaki ini juga berjalan menghadiri majlis-majlis ilmu." Karena gagal malaikat maut mencabut roh orang mukmin dari arah kaki, maka malaikat maut mencoba pula dari arah telinga. Sebaik saja malaikat maut menghampiri telinga maka telinga pun berkata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini karena telinga ini sentiasa mendengar bacaan Al-Quran dan zikir." Yang terakhir malaikat maut mencoba mencabut orang mukmin dari arah mata tetapi baru saja hendak menghampiri mata maka berkata mata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini sebab mata ini sentiasa melihat beberapa mushaf dan kitab-kitab dan mata ini sentiasa menangis karena takutkan Allah." Setelah gagal maka malaikat maut kembali kepada Allah S.W.T. Kemudian Allah S.W.T. berfirman: "Wahai malaikatKu, tulis AsmaKu ditelapak tanganmu dan tunjukkan kepada roh orang yang beriman itu."
Setelah mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut menghampiri roh orang itu dan menunjukkan Asma Allah S.W.T. Setelah melihat Asma Allah dan cintanya kepada Allah S.W.T maka keluarlah roh tersebut dari arah mulut dengan tenang. Abu Bakar R.A. telah ditanya tentang kemana roh pergi setelah ia keluar dari jasad. Maka berkata Abu Bakar R.A: "Roh itu menuju ketujuh tempat:
1.Roh para Nabi dan utusan menuju ke Syurga Adnin.
2.Roh para ulama menuju ke Syurga Firdaus.
3.Roh mereka yang berbahagia menuju ke Syurga Illiyyina.
4.Roh para shuhada berterbangan seperti burung di syurga mengikut kehendak mereka.
5.Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.
6.Roh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.
7.Roh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin, mereka disiksa beserta jasad-nya hingga sampai hari Kiamat."

Telah bersabda Rasullullah S.A.W :
"Tiga kelompok manusia yang akan dijabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya :
1.Orang-orang yang mati syahid.
2.Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan Ramadhan.
3.Orang berpuasa di hari Arafah.
Insya Allah kita termasuk kelompok yang tersebut diatas Amin ya robbal 'Alamiin

[Baca Selengkapnya]

14 Februari 2008

Valentine Day's

Budaya Barat benar-benar telah merasuk ke dalam jiwa umat Islam. Hal ini terlihat dalam kerelaan kaum muslimin untuk mengikuti perayaan Valentine’s Day, 14 Februari. Banyak muda-mudi mencari pasangan,
berkirim kartu, menukar kado dll, sekedar untuk mengungkapkan kasih sayang. Bahkan di negeri barat saja banyak dilakukan acara pesta dansa disertai minum-minuman keras, obat-obat terlarang sampai berganti pasangan. Kaum muda-mudi muslim mengadopsi perayaan ini tanpa mengetahui bagaimana asalnya dan tujuan Valentine’s Day, hal ini dikarenakan gencarnya propaganda Barat terhadap kaum muslimin melalui berbagai media massa tanpa penyuntingan terlebih dahulu.

Asal Usul Perayaan Valentine
Menurut Webster’s New Twentieth Century Dictionary yang menjadi cikal bakal perayaan Valentine adalah salah satu upacara ritual orang-orang Romawi kuno yang disebut Lupercalia, yaitu upacara untuk menghormati Dewa Lupercus (Dewa kesuburan) dan penyembahan kepada Dewa Fuanus (Dewa alam), upacara ini terus hidup sebagai adat mereka sampai sebagian besar orang Romawi memeluk agama Kristen. Konon upacara itu diadakan di bukit Palatine dengan diawasi Luperci. Melalui berbagai prosesi upacara inilah para gadis meletakan pesan cinta didalam jambangan dan diambil oleh para pemuda. Setelah itu mereka berpasangan dan berdansa yang diakhiri dengan tidur bersama, lengkap dengan hubungan intim, upacara ini jatuh pada tanggal 15 Februari. Meski tidak sesuai dengan ajaran Kristen, upacara tersebut tetap dilakukan karena tidak mungkin dihapuskan.
Pada abad ke-17 Paus Gelasius I berusaha mengkaitkan tradisi ini dengan kematian st. Valentine Yaitu seorang pendeta Kristen yang dinilai mempunyai kesalehan yang tinggi sehingga diberi gelar Saint/Santo. St Valentine meninggal setelah dieksekusi oleh Raja Claudius II pada tanggal 14 Februari 270 M, karena didakwa menyebarkan agama Kristen. Kematian ini menimbulkan kesedihan yang mendalam bagi umat Kristen sehingga setiap tanggal 14 Februari para pengikutnya berusaha mengingat kembali pengorbanan sang pendeta. Paus Gelasius ini pulalah yang mengubah upacara Lupercalia dari tanggal 15 Februari menjadi 14 Februari dimulai pada tahun 496 M. Dan tanggal 14 Februari ditetapkan sebagai Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine. Sementara kini entah dengan maksud apa Valentine’s day ini disebarluaskan dengan sebutan “Hari Kasih Sayang Untuk Menciptakan Perdamaian Dunia”.

Kasih Sayang atau Demoralisasi ?
Kasih sayang yang dalam bahasa Arabnya “Mawadah Warohmah” memang diakui keberadaanya sebagai salah satu naluri manusia yaitu Gharizah Nau (naluri untuk berkasih sayang). Jangankan berkasih sayang pada manusia, pada hewanpun Islam menyuruh umatnya untuk menyayangi.
Kaum Sosialis dan Kapitalis menganggap apabila Gharizah Nau tidak dipenuhi maka akan menimbulkan kematian sehingga mereka menyalurkan naluri ini secara bebas dan menyimpang dari sisi kesesuaian fitrah manusia. Sedangkan Islam menganggap bahwa Gharizah Nau (GN) ini jika tidak dipenuhi hanya akan menimbulkan kegelisahan karena itu apabila GN ini tidak dipenuhi bisa dialihkan ke Gharizah yang lain seperti Gharizah Tadayun dan Gharizah.

Sikap Muslim
Islam sebagai agama yang haqiqi diturunkan oleh yang Maha Tahu, tentunya sesuai dengan fitrah manusia. Konsekuensinya, seorang muslim harus terikat dengan aturan dari Allah SWT. Bagi seorang muslim, segala perbuatannya telah mempunyai hukum dan wajib baginya untuk mengetahui hukum suatu perbuatan sebelum perbuatan tersebut dilaksanakannya sebagaimana suatu kaidah Syariat Islam yang menyatakan “Ashal (pokok/dasar) hukum pada suatu perbuatan adalah terikat dengan hukum syara.”
Seperti yang telah diatur oleh hukum syara aktivitas seorang muslim dalam sistem pergaulan pria dan wanita diantaranya :
1. Wajib atas pria dan wanita menundukan pandangannya (QS. An Nur 30-31)
2. Wajib atas wanita untuk mengenakan pakaian yang sempurna (QS. An Nur 31) (QS. Al Ahzab 59)
3. Tidak diperbolehkan wanita bepergian sendirian tanpa mahrom sejauh perjalanan sehari semalam.
4. Pria dan wanita tidak diperbolehkan berdua-duaan (kholwat) kecuali disertai mahrom wanita.
5. Kelompok pria & wanita hendaklah terpisah dan tidak bercampur baur
6. Larangan bersolek atau berdandan (tabaruj) bagi wanita tua, apalagi yang muda
7. Dianjurkan menikah bagi yang mampu (dzohir dan bathin) dan yang tidak mampu diperintahkan untuk menjaga kesuciannya.
8. Hubungan pria dan wanita hanya dalam bentuk tolong menolong (ta’awun) yang bersifat umum
9. Pria dan wanita diharuskan untuk bertaqwa kepada Allah sebagai kendali internal.

Dengan melihat dan memahami asal-usul serta realita pelaksanaan Valentine’s Day, sebenarnya perayaan ini tidak ada sangkut pautnya sedikitpun dengan pola hidup seorang muslim. Melihat dari sisi kemunculan Valentine itu merupakan hasil pemikiran yang khas dari orang-orang kafir, maka hal itu dikatakan sebagai hadloroh (budaya) orang-orang kafir. Dikatakan khas karena pemikiran atau ide tersebut berasal dan dilakukan oleh orang-orang kafir berdasarkan aqidah tertentu. Ini berbeda dengan benda-benda yang sifatnya umum yang tidak mengandung kekhasan ide dari aqidah tertentu seperti mobil, komputer, kain, meja, kursi, dll.
Untuk hasil-hasil pemikiran yang khas berasal dari aqidah tertentu (Hadloroh tertentu) yang bukan berasal dari Islam, maka hukum syara telah mengharamkan pengambilan dan penggunaannya. Seperti yang tertera mengharamkan pengambilan dan penggunaannya. Seperti yang tertera dalam firman Allah SWT & Hadist

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya.” (Qs. Al Isra :36)

“Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu (keterangan-keterangan), sesungguhnya kamu kalau demikian termasuk golongan orang-orang dholim.” (Qs. Al Baqoroh:145)

“Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku menerima (mengikuti) apa-apa yang dilakukan oleh bangsa terdahulu (pada masa silam), selangkah demi selangkah, sehasta demi sehasta.” Diantara para sahabat ada yang bertanya : “(Ya Rasulullah) apakah yang dimaksud (disini) seperti bangsa-bangsa Persia dan Romawi?” Rasulullah menjawab: “Siapa lagi (kalau bukan mereka).” (HR Bukhori, dari Abu Hurairah).

Imam Ibnu Hajar Al Atsqolani, menerangkan makna “ikut-ikutan” dalam hadits ini adalah dalam masalah-masalah aturan kehidupan, baik individu maupun kemasyarakatan, Sabda Rasulullah SAW:

“Janganlah kalian menyerupai orang-orang Yahudi dan Nashrani.”
“Tidak termasuk golonganku orang-orang yang menyerupai selain golongan umatku (umat Islam).” (HR Tirmidzi dari Amru bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya)

“Siapa saja yang menyerupai suatu kaum maka mereka termasuk golongan kaum tersebut.” (HR Abu Daud dan Imam Ahmad dari Ibnu Umar)

Jika keduanya (hasil-hasil pemikiran dan benda-benda) tersebut sifatnya umum, maka Islam membolehkan kaum muslimin untuk menggunakannya. selama tidak ada dalil yang mengharamkannya. Maka berdasarkan pemaparan diatas, jelaslah budaya Valentine’s Day bertentangan dengan aqidah Islam. Dan sebagai kaum muslimin HARAM untuk mengadopsi pemikiran-pemikiran tersebut, dan ikut berperan serta dalam aktivitas tersebut dan menyebarkan ide-ide tersebut.

“Yang kalah cenderung mengekor yang menang, dari segi pakaian, kendaraan, bentuk senjata yang dipakai malah meniru dalam setiap cara hidup mereka, termasuk disini adalah adat-istiadat mereka, bidang seni, seperti seni lukis dan seni pahat (patung berhala), baik di dinding-dinding, pabrik-pabrik atau dirumah-rumah.” (Ibnu Khaldun)

Jika kita pahami kondisi umat Islam saat ini, dan makna pernyataan Ibnu Khaldun kita dapati kesesuaiannya. Memang umat Islam tengah berada dalam posisi teramat rendah (saat ini), yang semua ini dikarenakan kita tidak lagi patuh pada aturan Allah SWT. Yang diketahui umat sekarang mengenai Islam hanyalah sebagai ibadah ritual semata Sedangkan aspek-aspek lainnya (ekonomi, sosial kemasyarakatan, politik, kebudayaan dll) praktis tidak diterapkan dan diketahui oleh kaum muslimin.
Wahai kaum muslimin, khususnya para generasi muda Islam, akan tetapkah kita ridha dalam posisi ini? Tidakkah kita takut akan murka Allah SWT.

[Baca Selengkapnya]
Photobucket     Photobucket  Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar