Blog number one in desa

Niki Salah Sawijining BLOG kang Di nduweni cah ndeso,sing bocahe wonten sekolah teng" MA.BUSTANUL ULUM"

Jumat, 29 Oktober 2010

Gunung Merapi Meletus, Mbah Maridjan Meninggal Dunia dalam Posisi Sujud

Juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan meninggal dunia. Jenazah Mbah Maridjan ditemukan pukul 05.00 WIB. Mbah Maridjan ditemukan dalam posisi sedang sujud di dekat rumahnya. Saat dievakuasi posisi Mbah Maridjan masih sujud dgn luka bakar di tubuhnya.
Mbah Maridjan meninggal di rumah bersama belasan orang lainnya. Termasuk rekan kami redaktur VIVAnews Yuniawan Nugroho yg kembali naik ke atas gunung demi juru kunci Merapi itu turun.
Jenazah-jenazah tersebut sebagian besar ditemukan di sekitar rumah Mbah Maridjan. Mereka menjadi korban akibat semburan awan panas letusan Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (26/10) sore. Secara fisik, ciri-ciri sarung, batik dan peci dari salah satu mayat cocok dgn yg dipakai Mbah Maridjan. Hal ini dibenarkan oleh Ketua Humas Rumah Sakit Dokter Sardjito Dokter Kresno Heru Nugroho. Jenazah itu ditemukan di rumah Mbah Maridjan. Pihak rumah sakit juga mendapatkan informasi dari Keraton Yogyakarta salah satu ciri Mbah Maridjan adalah ibu jarinya bengkok. Setelah ditelisik, cocok. Mbah Maridjan adalah abdi dalem keraton.
Kematian Mbah Maridjan dibenarkan oleh salah satu menantunya, Bambang. “Saya sudah melihat sendiri,” kata Bambang. Menurut Bambang, pakaian yg dipakai, baik batik, sarung maupun kopyah mirip yg digunakan mertuanya sehari-hari. “Beliau sujud di atas sajadah. Sujud di kamar di rumah,” kata Bambang. Bambang menjelaskan, terakhir kali Mbah Maridjan bilang kepada pihak keluarga, “Ngantiyo piye aku orang mudun” (Meskipun meletus saya tidak akan turun).
Namun demikian, kata Kresno, untuk memastikan bahwa yg meninggal tersebut Mbah Maridjan pihak rumah sakit sedang melakukan uji DNA. DNA itu akan dicocokan dgn keluarganya, baik istri maupun anak-anaknya. “Tunggu saja sampai identifikasi DNA selesai,” kata Kresno. Menurut Kresno, seluruh keluarga Mbah Maridjan, baik anak maupun istrinya, selamat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar